Kamis, 17 Juni 2021

MAKALAH TELAAH BUKU PAI KELAS XI

 

TELAAH BUKU PAKET MATA PELAJARAN “PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI” untuk SMK kelas XI

 

 

DISUSUN OLEH : TAUFIQ ZAKI (41182911190147)

 

ABSTRAK

Rasul ialah mahluk mulia allah yang ditugaskan untuk membenahi umat-umat manusia agar selalu taat dan juga beribadah kepada allah swt. dan kita sebagai umat islam harus mempercayai, mengimani rasul-rasul allah. Dengan cara mengikuti sunnah-sunnah yang diajarkan beliau, selalu berbuat baik kepada sesama muslim dan menghindari perilaku yang menyakiti orang lain. Karena rasul gambaran suri tauladan bagi umat manusia.

Kita sebagai umat Nabi Muhammad harus paham tentang kehidupan Rasul kita, bahwa rasul telah memberikan suri tauladan untuk umatnya dari cara beliau mengajarkan tentang kebaikan, kesabaran dan juga tabah dalam menjalankan perintah yang di berikan oleh Allah swt.  maka dari itu kita sebagai umatnya Nabi muhammad di wajibkan untuk mengikuti tingkah laku dan juga pelajaran yang telah diajarkan oleh para rasul kepada kita dengan sungguh-sungguh dan penuh kesabaran.

Kata kunci : Rasul sebagai Suri Tauladan

BAB I

PENDAHULUAN

1.      Infromasi tentang buku

Judul buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS XI

 

Penyusun         :

-          Dra. HJ lim Halimah

-          Drs. H. Abd Rahman, MA.

-          Munawir AM, M.S.I.

Penerbit          : Erlangga

Tahun terbit    : 2013

Banyak Bab     : 8 Bab

JUDUL BAB      :

-          Bab 1         : Kajian QS an-Nisa /4: 59 dan Hadits tentang Memaknai Ketaatan secara benar

-          Bab 2         : Kajian QS. Maidah/5: 48 dan hadist tentang memaksimalkan potensi menuju kompetitor terbaik

-          Bab 3         : Kajian QS. At-Taubah/9: 105 dan Hadits tentang urgensi memiliki etos kerja

-          Bab 4         : Kajian QS. Yunus/10: 40-41 dan Hadits tentang menjalin kebersamaan melalui toleransi.

-          Bab 5         : Kajian QS. Al-maidah/5: 32 dan Hadits tentang menghindarkan Diri dari tindakan kekerasan.

-          Bab 6         : Memegang teguh kebenaran Al-Quran (iman kepada Kitab)

-          Bab 7         : Meneladani Hidup para Rasul (iman kepada Rasul)

-          Bab 8         : Syajia’ah

 

 

Bab II

PEMBAHASAN

A.    Meneladani Hidup para Rasul (iman Kepada Rasul)

Meyakini adanya Rasul-Rasul Allah swt, menunjukan perilaku saling tolong menolong sebagai cerminan beriman kepada Rasul Allah swt, menganilisa makna iman kepada Rasul Allah swt.

Adapun meneladani hidup para Rasul antara lain :

a.      Prinsip keimanan kepada rasul

Rasul adalah manusia yang diutus Allah swt. untuk menerima wahyunya agar disampaikan kepada umat. Hal ini berbeda dengan nabi yang tidak memiliki kewajiban menyampaikan wahyu kepada umatnya. Adapun prinsip-prinsip keyakinan kepada rasul allah swt. sebagaimana di jelaskan di dalam Alquran sebagai berikut :

1.      Setiap Mukmin wajib beriman kepada Rasul Allah swt. (Qs.Al-Baqarah/2: 177 dan 285)

2.      Sebagai rasul ada yang disebutkan namanya di dalam Alquran dan ada juga yang yang tidak disebutkan (Qs. Al-Mu’min/Gafir/40: 78 dan Qs An-Nisa/4: 164)

3.      Setiap umat sebelum nabi muhammad saw. Pasti ada rasulnya (Qs.Yunus/10: 47 dan Qs. An-Nahl/16 :63)

b.      Sikap mengimani Rasul Allah

Agar kehidupan manusia di dunia teratur, sejahtera dan bisa berinteraksi dengan alam, lingkungannya, mereka tidak cukup menggunakan akal saja, kemampuan akal sangat terbatas. Oleh karena itu, sangat penting hadirnya para rasul sebagai utusan Allah swt. untuk memberi contoh tentang cara dan bagaimana Hidup itu harus dijalani.

Para rasul dan nabi sangat banyak jumlahnya. Ada yang menyatakan jumlahnya sebanyak 240, 360, dan ada pula yang menyatakan jumlahnya 313. Adapun menurut hadist dijelaskan bahwa jumlah nabi ada 124.000, dan sebagian dari mereka menjadi rasul. Diantara begitu banyak rasul, hanya ada 25 rasul yang wajib diimani.

Umumnya seluruh nabi dan rasul di utus oleh Allah swt. kepada suatu kaum, kelompok, atau negri tertentu, seperti Nabi Shalih a.s. yang diutus kepada bangsa Tsamud, Nabi Hud a.s. kepada kaum ’ad, Nabi Luth a.s. ke negri sodom, dan Nabi syuaib a.s. ke negri Madyan. Hal ini berbeda sekali dengan Nabi muhammad saw. Yang diutus untuk seluruh umat manusia.

c.       Tugas Rasul-Rasul Allah

Setiap rasul allah. Mempunyai tugas atau misi yang sama, meskipun berbeda pada aspek syariat yang di bawanya karena perbedaan umat dan lingkungan yang berbeda di sekitar masing-masing. Adapun kesamaan tugas atau misi tersebut, antara lain sebagai berikut :

1.      Menyatakan i’tikad dan keyakinan kepada umatnya bahwa allah swt. adalah zat yang maha esa

2.      Memberi batasan bagi umatnya tentang hal-hal yang dilarang dan hal-hal yang harus dikerjakan sejalan atau sesuai perintah allah swt.

3.      Memberikan contoh dari suri tauladan kepada umatnya, seperti berkata benar, dapat dipercaya, menepati janji, dan berahlak mulia.

4.      Menjelaskan kepada umatnya apa saja yang dapat membawa keridhaan allah swt, dan apa saja yang dapat membawa kemurkaanya

5.      Mengarjakan kepada umatnya tentang berita-berita ghaib sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh Allah swt., seperti pahala, dosa, surga, dan neraka.

Antara rasul yang satu dengan Rasul yang lain tidak ada bedanya, namun diantara para rasul itu ada yang mempunyai keteguhan Hati, kesabaran yang luar biasa, ketabahan yang sangat tinggi, dan komitmen untuk selalu berdakwah serta mengajak umatnya untuk mengikuti seruannya, para rasul di beri gelar Ulul Azmi.

Para rasul Ulul Azmi adalah Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan Nabi Muhammad saw. Diantara para rasul Ulul Azmi, rasul yang paling tinggi Martabatnya adalah Nabi Muhamma saw. Nabi-Nabi yang lain di utus sebagai umat yang terbatas pada zamannya saja, sedangkan Nabi Muhammad saw. Adalah Nbai yang diutus untuk seluruh umat manusia serta menyempurnakan syariat nabi terdahulu hingga hari akhir.

d.      Semua rasul allah swt. menyampaikan risalah tauhiddan agama islam. Slain itu, pararasul juga memiliki tugas untuk membibimbing umatnya ke jalan yang benar dengan berpedoman padawahyu yang telah di berikan. Siapa pun umatnya yang mengikuti ajaran nya dan meningalkan larangannya akan memperoleh kebahagiaan dunia maupun akhirat.

 

Bab III

PENUTUP

1.      Kesimpulan

 

Rasul adalah manusia yang diutus oleh allah swt. untuk menerima wahyu agar disampaikan kepada umatnya. Jumlah nabi dan rasul sangat banyak, tetapi yang tahu pasti hanya allah swt. menurut hadist, jumlah nabi ada 124.000 dan yang menjadi rasul sebanyak 313 orang. Adapun yang dijelaskan Al-Qur’an hanya ada 25 Rasul.

Dan tugas semua rasul adalah mengajarkan tauhid, mengajarkan pedoman beramal shalih, mengajarkan pedoman keadilan, menyampaikan berita-berita gaib, termasuk datangnya hari akhir.

Dan sifat para rasul adalah sidiq, amanah, dan fathanah.

Para rasul diutus hanya untuk para umatnya, kecuali rasulullah muhammad saw. Yang diutus untuk seluruh umat manusia dan sebgai rasul terakhir.

 

2.      Kritik dan Saran

Kritik    : pada pembahasan kali ini penulis kurang memberikan satu penjelasan terkait masalah cerita atau kehidupan rasul karena pada judul buku tersebut ialah meneladani hidup para Rasul dan seharusnya di ceritakan minimal satu kisah tentang hdiup rasul, tujuan di berikan satu kisah terkait hidup rasul supaya kita bisa memhami konteks pembelajaran yang dapat kita ambil dari kisah kehidupan rasul seperti nabi muhammad bagaimana mana beliau selalu sabar dan taat dalam menjalalankan perintah yang di berikan oleh Allah swt. dimana jika para siswa membacanya dan mempelajarinya,supaya para siswa lebih peka dalam meneladani kehidupan rasul.

 

Saran : penulis perlu menambahkan satu kisah terkait kehidupan rasul  yang didalamnya terdapat poin penting yang dapat mereka teladani.

Kamis, 06 Mei 2021

 

Taufiq zaki

41182911190147

Materi agama islam disekolah

 

BAHASA ARAB TEMATIK

 

Huruf kalam dan kalimah

 

1.huruf

Ḥurūf adalah kalimat yang menunjukkan makna  apabila dirangkai dengan kalimat yang lain. adalah, ḥurūf hanya memiliki makna yang dapat dipahami apabila dirangkai dengan Isim atau Fiil. dalam arti kata lain huruf adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kalimat. letaknya bisa diawal atau ditengah.

Contoh :  في الفصل أستاذ (dalam kelas ada ustadz) 

Contoh :  الأساذ في الفصل (ustadz berada didalam kelas)

 

2.kalam

Adalah lafadz yang memberi faedah berupa diamnya (baca; pahamnya) si pendengar atau orang yang diajak bicara. Jelasnya, kalam itu tersusun dari dua kalimah atau lebih dan mempunyai faedah yang bebas dari si pendengar untuk meminta penjelasan lagi.

Contoh :  الحمد للّه (segala puji bagi Allah)

Andai tidak memberi faedah diam yakni isyarat paham. Maka tidak bisa disebut kalam contoh

 Contoh :  إنْ جاء زيد (jika si zaid datang)

Si pengucap tidak memiliki faedah (memberikan pemahaman) yang cukup untuk bisa dimengerti.

Seperti halnya إنْ تجتهد فى دراستك (jika kamu bersungguh-sungguh dalam belajarmu)

Sedang susunan jumlah ini kurang memberi pemahaman juga karena jawab dari syaratnya (إنْ) tidak disebutkan, maka tidak bisa juga dikatakan kalam. Jikalau sudah disebutkan jawabnya “تنجح (maka kamu akan berhasil)“  barulah bisa disebut kalam.Kalam itu tidak tersusun kecuali terdiri dari dua isim contoh: سعيد نائم (Said adalah orang yang tidur) ini adalah bentuk jumlah ismiyah, sedangkan yang dari fiil dan isim contohnya:  نام سعيد (Said telah tidur) ini adalah bentuk jumlah fi’liyyah.

 

3.kalimah

Adalah susunan yang terdiri dari tiga kalimah atau lebih bisa jadi susunanya dapat dimengerti atau tidak.

Contoh حَضَرَ اليَوْمَ مُحَمَّدٌ (Muhammad telah datang hari ini) ini bisa kalam juga  kalim. Karena pertama, sudah memahamkan dan kedua, indikator kalim harus tiga kalimah sudah terpenuhi.

Contoh lain: إِنْ حَضَرَ مُحَمَّدٌ (Jika Muhammad telah datang) ini adalah kalim tapi bukan kalam. Pertama, tuntutan sebagai kalim terdiri tiga kalimah sudah tercapai. Kedua, karena tidak memahamkan (tidak ada jawabnya; semisal ada jika ya harus ada maka) jadi gugur menyandang status kalam.

Kalim adalah bentuk jamak dari kata tunggal kalimah. Dan perbedaan diantara keduanya hanya terletak pada ta’ ta’nits di akhir kata kalimah.

 

REFERENSI:

http://suarr.id/membicarakan-tentang-kalimah-kalam-kalim-qoul-dan-lafadz/

https://bahasakuarabiyah.blogspot.com/2020/04/pembagian-kalam-isim-fiil-huruf.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 29 April 2021

memuliakan kedua orang tua menurut quran dan hadist

 

29 april 2021

 

 

Taufiq zaki

41182911190147

Materi agama islam di madrasah

 

TAFSIR DAN HADIST TARBAWI TEMATIK


MEMULIAKAN ORANG TUA MENURUT HADIST DAN QURAN

 

Pengertian Bebakti Kepada Orang Tua

Birrul walidain terdiri dari kata birru dan al-walidain. Birru atau albirru artinya kebajikan. Al-walidain artinya dua orang tua atau ibu bapak. Jadi birrul walidain adalah berbuat kebajikan kepada kedua orang tua.Semakna dengan birrul walladain, Al-Qur’an Al-Karim menggunakan istilahihsan (wa bi al-walidaian ihsana).Berbakti menurut kamus bahasa Indonesia adalah berbuat baik kepada seseorang baik itu sahabat atau orang tua.

Menurut Umar Hasyim berbakti ialah: Berbuat ihsan kepadanya dengan menyelesikan yang wajib atas sang anak terhadap orang tua, baik dalam segi moral maupun spiritual dan yang sesuai dengan ajaran Islam.
Dan kata ihsan artinya kebajikan, kebaikan secara universal, sedangkan yang dimaksud dengan ihsan dalam pembahasan ini adalah berbakti kepada kedua orang tua yaitu menyampaikan setiap kebaikan kepada keduanya.
Allah SWT, menjauhi segala yang mengecewakan keduanya dan melakukan perbuatan yang diridhainya.

Allah swt berfirman : (QS al-Isra’ : 23)


وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِیَّاهُ وَبِٱلۡوَ ٰ⁠لِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنًاۚ إِمَّا یَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَاۤ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَاۤ أُفࣲّ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلࣰا كَرِیمࣰا


yang artinya :

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."

 

Nabi Muhammad saw bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ

مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

REFERENSI :

http://eprints.walisongo.ac.id/

https://akurat.co/5-ayat-al-quran-tentang-kewajiban-berbakti-pada-orang-tua

https://kumparan.com/berita-update/bunyi-hadits-tentang-berbakti-kepada-orang-tua-1vITc9ooLgD/full

 

 

Sabtu, 05 November 2016

mystory291015

pertama aku mengenal dy sih yya biasa ajjh,sejak gua putus dari  pacar gua yg ke4 lama'' gua cara tau asal usul dyyy ,,,,eh punya perasaan hati gua ;)

gua sayang 29 oktober 2015
happpy anniversarry thembem ;);) yg ke 1 th
*semoga langgeng yya
*makin setia
*selalau sayang
*ga ada yg bisa memisahkn kita

*amiiiiinnnnn

themmmbemmmm
            love
          shipit   


udah jadian lama 1tahun lagi langgeng ya 291015